
Tuhan
::
dalam dekap sunyi dan balutan malam
kutanggalkan angkuh pada sebuah sujud
jasadku lumpuh
bernoda dendam, amarah dan kemunafikan
hingga senyum yang kuukir pun menjelma seringai
seperti tak ada ruang lagi untuk sesuatu yang berjudul kebaikan
hangat kristal bening lumer diujung mata
habis menguap sebelum tiba di pipi
sepanas itu kah bara yang mengumpul serupa magma dalam dada?
hingga sahabat paling setia bernama air mata pun enggan bermuara
Tuhan
::
sujudku lemah dan tak sempurna
15 January 11

1 comment:
Tuhan Maha Mendengar
Post a Comment